Wednesday, May 23, 2018

Tatapan Aman Abdurrahman Usai Tuntutan Mati


Terdakwa kasus terorisme, Aman Abdurrahman menyimak pembacaan tuntutan JPU di PN Jakarta Selatan, Jumat (18/5). Jaksa meyakini Aman Abdurrahman merupakan dalang serangan teror di Indonesia, antara lain bom Thamrin
Jakarta - Dengan tangan terborgol, Aman Abdurrahman alias Oman Rochman memasuki ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat 18 Mei 2018. Dua personel Brimob berlaras panjang tampak mengawal Aman yang saat itu mengenakan gamis coklat yang dilapisi baju tahanan serta pakol di kepalanya.

Sesaat sebelum ia duduk di kursi pesakitan, dua personel Brimob itu melepaskan borgolnya. Usai itu, kedua personel itu pergi meninggalkan ruang sidang dengan membawa pakaian tahanan yang sebelumnya dikenakan Aman Abdurrahman.Pasang Togel

Kehadiran Aman Abdurrahman di sidang tersebut untuk mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dia didakwa telah menyebarkan paham radikal dalam kurun waktu delapan tahun.

Aman disebut telah menyebarkan paham itu ke sejumlah wilayah Indonesia seperti di Jakarta, Surabaya, Lamongan, Balikpapan, Samarinda, Medan, Bima, dan Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Dalam tuntutannya, Jaksa meminta Majelis Hakim untuk menjatuhkan hukuman maksimal kepada Aman.

"Menjatuhkan pidana kepada Oman Rochman alias Abdurrahman dengan pidana mati," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Anita Dewayani saat membacakan tuntutannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Mendengar tuntutan itu, Aman terlihat tenang. Matanya layu. 

Jaksa menuntut terdakwa Aman Abdurrachman dengan hukuman mati karena dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Selain itu, Aman terbukti melanggar Pasal 14 jo 7

Menurut Anita, Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal.

Selain itu, Aman Abdurrahman juga sudah merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa atau harta benda orang lain, atau untuk menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis, atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional.

"Dalam hal ini tidak ada hal meringankan bagi terdakwa," kata jaksa.Bandar Togel

Aman Abdurrahman menyebarkan pemikiran radikalnya dengan bermacam-macam cara. Dalam dakwaan disebutkan, melalui buku karangannya sendiri berjudul Seri Materi Tauhid atau MP3 yang dapat diunduh dari sebuah situs.

Usai mendengar tuntutan, Aman meminta izin pada hakim untuk berdiskusi dengan kuasa hukumnya terkait pembelaan. Dia berdiri dari kursinya dan menghampiri pengacaranya. Keduanya berdiskusi sambil berbisik.

Aman lalu mengeluarkan kertas dari saku baju gamis cokelat yang dikenakannya. Kertas itu diserahkan pada pengacaranya.

Usai sidang, pengacara Asludin Hatjani mengaku belum membaca seluruhnya isi dalam kertas itu. Dia hanya mengatakan bahwa isi dari kertas itu terkait dengan persidangan kasus yang menjerat kliennya.

"Itu masalah-masalah persidangan," ujar Asludin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Dia mengatakan, kertas itu berisi permintaan dari Aman untuk dimasukkan dalam nota pembelaan. "Itu yang diminta dimasukkan dalam pembelaan nantinya. Inti-inti pembelaan," tegas dia.

Disinggung soal poin-poin dalam kertas itu dan keberatan Aman Abdurrahman, Asludin mengaku belum mempelajari. "Saya belum lihat. Kan, enggak sempat baca tadi," ujarnya berkilah.Agen Togel Singapore

Bahayakan Kehidupan Manusia
Terdakwa kasus terorisme, Aman Abdurrahman usai mengikuti pembacaan tuntutan JPU di PN Jakarta Selatan, Jumat (18/5). Jaksa meyakini Aman Abdurrahman merupakan dalang serangan teror di Indonesia, antara lain bom Thamrin

Jaksa Agung HM Prasetyo menilai, tuntutan maksimal terhadap terduga aktor intelektual serangkaian teror di Indonesia itu sudah tepat.

Jaksa penuntut umum (JPU), kata Prasetyo, telah memiliki bukti kuat untuk menuntut Aman hukuman mati. Selain sebagai residivis kasus terorisme, Aman juga dianggap berbahaya bagi kehidupan manusia.

"Dia dianggap membahayakan kehidupan kemanusiaan, maka oleh JPU kepada Aman Abdurrahman dituntut pidana mati," ujar Prasetyo di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Tak hanya itu, JPU juga menguraikan latar belakang Aman sebagai pendiri kelompok radikal Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS. Bahkan tak sedikit anggota JAD yang terlibat kasus bom bunuh diri, penyerangan aparat, dan sejumlah aksi terorisme lainnya.Bandar online terpercaya

"Aman dikenal sebagai petingginya JAD. Dia bahkan pendiri dan pembentuk jaringan serta doktrin kepada pengikutnya yang sekarang menyebar dan melakukan aksi teror," ungkap Prasetyo.

Meski begitu, Prasetyo tak mau mendahului kehendak. Pihaknya akan menunggu keputusan majelis hakim. Yang pasti, jaksa telah menguraikan bukti-bukti kuat bahwa Aman Abdurrahman layak dihukum mati.

"Semua fakta bukti telah diuraikan. Yang ada pertimbangan memberatkan semua, tidak ada hal yang meringankan," Prasetyo menandaskan.

Dukungan yang sama diutarakan Ketua DPR Bambang Soesatyo. Dia meminta majelis hakim memberikan vonis seberat-beratnya lantaran aksi terorisme merupakan kejahatan luar biasa.

"Setiap gerakan atau kegiatan yang masuk kategori kejahatan kemanusiaan harus dihukum seberat-beratnya," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Kedati demikian, sebagai lembaga negara, DPR akan mendukung segala keputusan yang akan diambil oleh majelis hakim. Karena, menurut Politikus Partai Golkar itu adalah kewenangan hakim.

"DPR mendukung keputusan pengadilan itu," ucap dia.Togel singapore

Jejak-Jejak Teror Aman
Terdakwa kasus terorisme, Aman Abdurrahman menyimak pembacaan tuntutan JPU di PN Jakarta Selatan, Jumat (18/5). Jaksa meyakini Aman Abdurrahman merupakan dalang serangan teror di Indonesia, antara lain bom Thamrin
Dalam tuntutannya, JPU menyebut terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman merupakan penggagas organisasi Jamaah Anshorut Daulah ( JAD) yang dikenal sebagai organisasi terorisme di Indonesia.

Jaksa menyebut keterlibatan Aman Abdurrahman dalam serangkaian teror melalui doktrin yang ditularkan kepada para pengikutnya. Ia didakwa sebagai aktor intelektual di balik serangkaian teror di Indonesia.

Berikut ini jejak-jejak Aman Abdurrahman dalam serangkaian teror di Indonesia:

Sekitar dua tahun lalu, 14 Januari 2016, kawasan Sarinah Thamrin dihebohkan dengan aksi serangan teroris. Ledakan terjadi di dua tempat yang disertai penembakan di sekitar Plaza Sarinah.

Dalam kejadian tersebut, delapan orang meninggal dunia. Empat di antaranya pelaku. Selain itu, 24 lainnya luka-luka akibat serangan ini.

Empat pelaku yang tewas adalah Muhammad Ali alias Rizal alias Abu Isa, Sunakim alias Abu Yaza, serta Dian Juni Kurniadi.

Serangan teror lainnya juga terjadi di Gereja Oikumene Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, 13 November 2016. Dalam kejadian itu, Juhanda yang merupakan anggota JAD melempar molotov ke gereja hingga lima jemaat gereja terluka, salah satunya masih balita.

Seorang korban bernama Intan yang berusia 2,5 tahun meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit pada keesokan harinya.

Tak hanya itu, bom bunuh diri juga terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu 24 Mei 2017 sekitar pukul 21.00 WIB. Ledakan itu terjadi dua kali dalam rentang waktu berdekatan.

Akibat bom Kampung Melayu, lima orang tewas. Dua di antaranya diduga kuat pelaku dan tiga lainnya anggota kepolisian. Sementara 10 lainnya, mengalami luka-luka. Lima di antara korban luka adalah anggota Polri dan lima lainnya masyarakat sipil.

Kedua bomber ini, ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian, positif tergabung dalam sel Mudiriyah Jamaah Anshar Daulah (JAD) Bandung Raya, yang berafiliasi dengan jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), di mana penghubungnya adalah Bahrun Naim.

Atas rentetan teror itu, Aman membantah terlibat, apalagi mengotaki, teror-teror dengan motif mendirikan negara Islam tersebut. "Saya tak tahu-menahu," ucapnya dengan dalih kala itu dia di dalam penjara. Togel Hongkong

 






Tuesday, May 22, 2018

Top 3 News Hari Ini: Sebelum Lengser, Soeharto Tolak Bertemu Habibie, Kenapa?

Soeharto didampingi wakilnya, BJ Habibie, membacakan pidato pengunduran dirinya sebagai Presiden RI pada 21 Mei 1998. Soeharto yang telah telah menjadi presiden Indonesia selama 32 tahun mundur setelah runtuhnya dukungan untuk dirinya.

Jakarta - Top 3 News Hari Ini, 20 tahun silam, ribuan mahasiswa dari berbagai daerah menggeruduk Gedung DPR/MPR untuk menolak kepemimpinan Presiden Soeharto. Melihat situasi tersebut, sembilan tokoh di undang ke Istana Merdeka.

Soeharto mengundang mereka dengan maksud untuk diminta menjadi anggota Komite Reformasi. Namun, tak ada yang bersedia. Saat itu, Habibie mengaku dirinya menerima telepon Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita.

Saat itu, Ginandjar mengatakan, dia bersama 13 menteri lain tak bersedia duduk di Kabinet Reformasi. Habibie sempat meminta Ginandjar Cs membatalkan niat mereka mundur dari kabinet. 

Habibie lalu mengontak Menteri Sekretaris Negara Saadillah Mursjid untuk berbicara dengan Soeharto. Tapi, Soeharto menolak.Togel Hongkong

Kabar lainnya yang tak kalah menyita perhatian, soal bunga yang ditolak Soeharto. Hingga akhirnya Habibie dilantik menjadi Presiden, Soeharto tetap tidak mau bertemu Habibie.

Hal itu berlanjut hingga Soeharto telah menjadi warga sipil. Sang Jenderal besar itu tetap bersikeras tak ingin bertemu BJ Habibie. 

Saat ulang tahun Soeharto ke-77, tepatnya 8 Juni 1998, Habibie yang datang dengan membawa bunga kembali ditolak Soeharto.

1. Sehari Sebelum Soeharto Lengser, Apa yang Terjadi di Istana?
Pengunjung melihat foto dalam pameran fotografi Refleksi gerakan mahasiswa-Reformaai Tahun 1998 melawan kebangkitan orde baru di Galeri Cipta II, Jakarta, Senin (8/5). Pameran diadakan oleh Persatuan Nasional Aktivis 1998. 
Rabu, 20 Mei 1998, suasana di gedung DPR/MPR, Senayan, tak seperti biasanya. Gedung kura-kura yang menjadi ikon simbol parlemen Indonesia itu telah dipenuhi ribuan mahasiswa dari berbagai daerah. Tujuannya satu, menuntut reformasi dilaksanakan.

Menjawab desakan mahasiswa, Soeharto bermaksud membentuk Komite Reformasi, yang hadir berdampingan dengan Kabinet Reformasi. Sembilan tokoh diundang untuk diminta menjadi anggota Komite Reformasi. Namun, tak ada yang bersedia.Togel singapore

Salah satu tokoh yang diundang Soeharto kala itu adalah cendekiawan muslim, Cak Nur. Saat ditawari anggota, Cak Nur tetap menolak.

"Jika orang yang moderat seperti Cak Nur tak lagi mempercayai saya, maka sudah saatnya bagi saya untuk mundur," kata Soeharto kepada para undangan seperti dikutip Ahmad Gaus AF dalam Api Islam Nurcholish Madjid: Jalan Hidup Seorang Visioner.

2. Habibie dan Kisah Bunga yang Ditolak Soeharto
Presiden ke-3 RI, BJ Habibie menggelar dialog bersama pengurus Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) di kediamannya, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu
Wajah-wajah serius dan tegang mewarnai proses pergantian kekuasaan pemerintahan pada Kamis pagi, 21 Mei 1998 di Istana Presiden. Tak ada senyum, tegur sapa, apalagi canda tawa mengiringi peristiwa bersejarah itu.

Sejumlah petinggi yang saat itu datang langsung bergegas pergi setelah Presiden Soeharto menyerahkan tongkat kepemimpinan bangsa Indonesia ke Wakil Presiden BJ Habibie.

Dalam Detik-Detik Menentukan yang ditulis oleh Habibie, disebutkan bahwa keputusan Pak Harto untuk mundur dari kursi kekuasaannya tidak disangka-sangka olehnya.

Habibie mengaku tidak mengetahui alasan Soeharto mundur dari jabatannya. Bahkan, penjelasan juga tidak diterima jelang pengunduran diri dilakukan.Togel sydney

Hingga Habibie dilantik sebagai presiden, Soeharto masih enggan berjumpa dengan Habibie.

3. Ketika Pengusutan Kasus Terorisme Disoal karena Alquran
Gaya Densus 88 Antiteror Mabes Polri saat penangkapan terduga teroris di Jalan Gempol Raya, Kunciran Indah, Tangerang, Banten, Rabu (16/5). Petugas tampak menenteng senjata laras panjang dan menggunakan penutup wajah.
Akun Twitter Wakil Ketua DPR Fadli Zon, berkicau pada Minggu (20 Mei 2018), jelang tengah hari. Ia nimbrung mengomentari isu yang sedang hangat beberapa hari terakhir.

"Kontroversi Al Quran sebagai barang bukti tindak kejahatan terorisme harus dibahas secara serius," tulisnya.

Setelah cuitan pertama, Fadli menggunggah 13 poin cuitan lain. Isinya masih bicara soal keberatannya Alquran dijadikan barang bukti dalam kasus tindak pidana korupsi.Bandar online terpercaya

Polemik penggunaan Alquran sebagai bukti tindak pidana terorimse mulai bergulir Kamis (17 Mei 2018) lalu. Sebuah akun memulai petisi 'Alquran Bukan Barang Bukti Kejahatan' di situs www.change.org.

Dalam penjelasan petisinya, si pembuat petisi terganggu dengan informasi yang berseliweran dalam pemberitaan media. Poin keberatannya terletak pada penyebutan Alquran sebagai barang bukti.


Sunday, May 20, 2018

Habibie dan Kisah Bunga yang Ditolak Soeharto

Presiden Indonesia ke-3 B. J. Habibie
Jakarta - Wajah-wajah serius dan tegang mewarnai proses pergantian kekuasaan pemerintahan pada Kamis pagi, 21 Mei 1998 di Istana Presiden. Tak ada senyum, tegur sapa, apalagi canda tawa mengiringi peristiwa bersejarah itu.

Sejumlah petinggi yang saat itu datang langsung bergegas pergi setelah Presiden Soeharto menyerahkan tongkat kepemimpinan bangsa Indonesia ke Wakil Presiden BJ Habibie.

Dalam Detik-Detik Menentukan yang ditulis oleh Habibie, disebutkan bahwa keputusan Pak Harto untuk mundur dari kursi kekuasaannya tidak disangka-sangka olehnya. Sebab, sebelum kabar tersebut ia dapatkan, Soeharto telah menyusun nama- nama menteri di Kabinet Reformasi dan menyusun beberapa agenda pertemuan dengan parlemen.Togel Hongkong

"Menurut rencana pada Kamis, 21 Mei 1998, Presiden dengan didampingi Wakil Presiden akan mengumumkan susunan kabinet, dan Jumatnya para anggota kabinet akan dilantik oleh Presiden Soeharto," ucap Habibie.

Namun, rencana tinggal rencana. Pada Kamis pagi, 21 Mei 1998, Soeharto menyatakan mundur dan langsung menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya. Pagi itu juga, dan di tempat yang sama, Habibie dilantik sebagai Presiden ke-3 RI, menggantikan Soeharto.

Habibie mengaku tidak mengetahui alasan Soeharto mundur dari jabatannya. Bahkan, penjelasan juga tidak diterima jelang pengunduran diri dilakukan.Togel singapura

Kabar dia akan dilantik sebagai presiden justru diperoleh dari Menteri Sekretaris Negara Saadila Mursyid yang mengatakan, Soeharto akan berhenti dari jabatan presiden pada pukul 10.00 WIB. Sesuai undang-undang, Pak Harto akan menyerahkan tanggung jawab kepada Wakil Presiden di Istana Kepresidenan.

Mendengar hal itu, Habibie mengaku kaget. Ia pun ingin lebih dulu bertemu Soeharto, tapi permintaan tersebut ditolak.

"Saya sangat terkejut dan meminta agar dapat bicara dengan Pak Harto. Tapi, permintaan itu tidak dapat dikabulkan," ucap Habibie.

Ditolak Sang Jenderal Besar
Soeharto lengser
Hingga Habibie dilantik sebagai presiden, Soeharto masih enggan berjumpa dengan Habibie. Bahkan hingga akhir hayatnya, Soeharto yang sudah menganggap Habibie seperti anak sendiri itu tidak sekali pun bertemu Mr Crack--julukan bagi Habibie.

Dalam buku Pak Harto The Untold Stories, mantan Kepala Protokol Istana zaman Soeharto, Maftuh Basyuni, membeberkan kisah tersebut. Maftuh kala itu menjadi penyampai pesan dari Habibie di Istana ke Soeharto di Cendana, Jakarta Pusat.

"Sejak Pak Harto berhenti, beberapa kali saya datang ke Cendana untuk menyampaikan permintaan BJ Habibie yang ingin bertemu dengan Pak Harto," ucap mantan Menteri Agama di era Presiden SBY itu.Pasang Togel

Saat ulang tahun Soeharto ke-77, tepatnya 8 Juni 1998, Habibie yang datang dengan membawa bunga dan kartu ucapan selamat, lagi-lagi ditolak Soeharto.

Sang Jenderal Besar kala itu menitipkan sebuah pesan kepadanya.

"Basyuni (sapaan Maftuh dari Soeharto), sampaikan ke Pak Habibie, dalam situasi seperti ini tidak elok Pak Habibie bertemu dengan Pak Harto, nanti ketularan dihujat orang banyak. Biarlah Pak Harto sendiri yang menghadapi hujatan-hujatan itu, yang lain siap bekerja sebaik-baiknya untuk bangsa dan negara," pesan Soeharto kepada Maftuh saat itu

Pesan Terakhir untuk Habibie
Almarhum Presiden RI ke-2 Soeharto menaiki sepeda motor yang dirancang oleh 12 insinyur muda Indonesia Astra di istana (24/9/1997Dalam Detik-Detik Menentukan, pertemuan terakhir Soeharto dan Habibie terjadi saat Soeharto meminta Habibie menyelesaikan persoalan para menteri yang meminta mundur dari kabinet pada 18 Mei 2016.


"Saat itu Pak Harto meminta agar saya menyelesaikan masalah Ginandjar (Menko Ekuin) dengan baik. Saya mengatakan, akan saya usahakan," ucap Habibie.

"Dan Pak Harto mengatakan pada saya, laksanakan tugasmu dan waktu tidak banyak lagi," ujar Habibie meniru ucapan Soeharto kala itu.Agen Togel Singapore

Sementara, menurut Maftuh, pada 21 Mei menjadi hari terakhir Soeharto melihat BJ Habibie. Usai Habibie disumpah menggantikan Soeharto, Habibie mendapat ucapan dari banyak orang di Istana. Pada saat itulah, Soeharto meninggalkan acara dan memilih pulang.

"Pak Harto di mana?" tanya Habibie kepada Maftuh. "Sudah pulang ke Cendana," jawab Maftuh.

Itu menjadi momen terakhir Habibie bertemu Soeharto.







Tatapan Aman Abdurrahman Usai Tuntutan Mati

Terdakwa kasus terorisme, Aman Abdurrahman menyimak pembacaan tuntutan JPU di PN Jakarta Selatan, Jumat (18/5). Jaksa meyakini Aman Abdu...